Pages

Saturday, September 24, 2011

A wish

Happy saturday people...
Semoga sabtu mendekatkan kita semua kepada kebahagiaan, keceriaan dan kedamaian. 

Semoga, semoga dan semoga...
Lihatlah betapa kita selalu memiliki pengharapan. Setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun. Terus berputar dan entah sudah berapa pengharapan yang kita sebut dan kita inginkan.
Tak apa, karena itu berarti kita selalu ingin hal yang baik menimpa diri kita (ya iyalah).

Apa harapanmu hari ini? Tundukkan kepalamu dan memintalah pada Penciptamu.
Semoga harapan dan doamu menjadi kenyataan.

Have a nice week end :)


Sebuah pilihan, keputusan.

Pagi ini kusambut dengan wajah datar tanpa ekspresi. Seperti terlihat awan cerah namun sebagian di ujung sana  mendung. Jika digambarkan dengan perkiraan cuaca, cuaca tadi adalah cuaca yang aneh untuk sebagian orang, namun untukku tidak. Cuaca yang mewakili bagaimana aku sekarang, yang baru terbangun menatap langit-langit. Kosong.
Kedua sudut bibirku aku tarik paksa.
Entah apa yang mendorong diriku untuk terus tetap tersenyum dan terlihat tetap kuat menghadapi apapun.
*melamun*


Sadar akan keterbatasan diri yang ku miliki, aku hanya mampu berserah diri kepada Tuhanku, penciptaku.
Inilah pilihanku, keputusanku.
Entah salah atau benar terhadap pilihanku ini, aku tak menganggap diriku sepenuhnya benar, karena (katanya) manusia itu tempatnya salah; khilaf.
Aku mencoba bangkit dan berdiri kuat di tengah hembusan angin yang begitu kencang sampai lama kelamaan angin begitu cepat berubah menjadi badai yang menakutkan.
Apa aku masih bisa bertahan? Kalau kau mengira aku masih bisa bertahan, wow manusia seperti apa aku? Ya, aku telah tergulung badai yang menakutkan itu.


Aku jatuh, tak sadarkan diri dan sakit.
Ya, aku sadar aku memiliki keterbatasan. Sekalipun dalam kondisi rapuh setelah diserang badai aku tetap memilih kalau aku akan bisa melewatinya, aku akan bisa sehat kembali dan tidak merasa sakit seperti ini.
Aku yakin sekali aku bisa. Rasanya sulit untuk menanamkan hal ini tapi aku ingin dan aku harus mampu, tentu dengan keterbatasan yang aku miliki.


Tidak mudah untuk melewati hal sulit yang pernah terjadi di dalam hidupmu. Tapi kau tahu bagaimana rasanya bisa bertahan saat kau sendiri merasa rapuh dan merasa tidak berdaya dengan apa yang terjadi?
Bersyukurlah atas pilihanmu kalau kau ingin bertahan saat hidupmu sulit kawan.
Ini mengajarkan agar kau bisa belajar bagaimana caranya bertahan hidup untuk dirimu sendiri dan mengetahui siapa dirimu sesungguhnya.
Karena tidak ada yang mengerti dirimu selain DIRIMU SENDIRI dan TUHAN.


Apapun pilihanmu hari ini, semoga itu menjadi langkah baik yang kau lakukan. Masalah pilihanmu benar atau salah tak usah kau pikirkan terus menerus, sesungguhnya kau berani memilih saja itu adalah sebuah KEBERANIAN, yang orang lain mungkin belum tentu bisa melakukannya.
Karena jika kau telah memilih suatu pilihan dan memutuskannya, kau sudah bisa menentukan apa sebenarnya yang kau inginkan, apa yang kau pertimbangkan, dan apa yang akan menjadi akibat dari pilihanmu, keputusanmu.


Namun jangan pula menganggap dirimu paling HEBAT di muka bumi ini dengan pilihanmu, keputusanmu. Ingat, kita semua adalah manusia yang tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan.
Karena keputusan yang paling utama ialah keputusan-NYA dan TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT.